Posted by: dedywidjaya | May 20, 2012

Kisah Kekuatan Sedekah dari Gedung DPR

Sedekah : Dimulai dari yang kecil

Sedekah : Dimulai dari yang kecil

Judul Asli : Kekuatan Sedekah Menuju Gedung DPR: Episode Kedua

Taken from : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/11/03/kekuatan-sedekah-menuju-gedung-dpr-episode-kedua/

Saya baru sadar, apa yang membuat saya bisa sampai menghadap ke ibu Dewi Motik, selanjutnya dipertemukan dengan anggota DPR RI, dan kemudian menjadi Tenaga Ahli (TA) itu adalah hadiah dari Allah.

Saya ingat, sebelum ke perpustakaan Kowani, saya jalan di trotoar dan berjumpa dengan seorang ibu yang nampak sakit terduduk di trotoar sambil menggendong anaknya. Hati saya tersentuh untuk mendekat dan menanyakan kondisi si ibu. Setelah saya memberi sedikit uang untuk membeli obat, saya langsung meninggalkan ibu dan anak untuk ke perpustakaan Kowani.

Percaya tak percaya, kekuatan sedekah itu membuahkan rezeki. Singkatnya, ibu yang sakit di trotoar dengan seorang anaknya itu membawa saya ke gedung Nusantara II yang berada di kompleks MPR-DPR RI, Jakarta.

Membuat Newsletter adalah salah satu tugas yang harus saya kerjakan selama menjadi Tenaga Ahli.

Kebetulan saya sedang mencari Tenaga Ahli. Kalo tertarik, Brill bisa bantu saya,” ujar wanita anggota DPR lulusan Plannologi ITB ini.

Kerjanya apa ya bu?” tanya saya lugu. Maklum, saya tidak mengerti detail apa tugas seorang TA. Di toko buku Gramedia pun yang belum pernah menemukan buku yang membeberkan job description seorang TA.

Selanjutnya Ibu anggota DPR ini menjelaskan panjang lebar, termasuk menceritakan seorang TA yang sebetulnya sudah bekerja dengannya. Setelah penjelasan itu, saya tidak langsung menyetujui jadi TA, karena buat saya tidak cukup menyenangkan tugas-tugasnya. Bahkan saya sempat berpikir, sangat menjemukan sekali, sama seperti ketika saya jadi seorang public relations officer (PRO).

Begini saja bu, saya sangat ingin membantu ibu, tetapi kalo boleh saya akan memberikan penawaran job desk pekerjaan saya sebagai TA ke ibu,” usul saya. “Nanti selain job desk, saya juga akan memberikan penawaran gaji saya

Ternyata tanpa diduga, ibu anggota DPR menyetujui usulan saya. Beliau langsung mengucap: “Baik Brill. Saya tunggu kabar baiknya ya. Kamu email saja tawaran itu.

Saya tersenyum dan jadi berpikir: “Kok mudah ya? Trus kenapa bukan saya yang mengikuti job desk TA yang sudah berlaku pada TA-TA yang sudah bekerja di gedung DPR, eh saya malah bisa membuat job desk TA sesuai dengan keinginan saya.

Benar-benar hadiah dari Allah. Kekuatan sedekah.

(bersambung)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: