Posted by: dedywidjaya | October 14, 2009

Rumus Menggandakan Nafkah Hingga 700 Kali Lipat dengan Bersedekah

Taken from http://zasmiarel.wordpress.com/2009/10/13/rumus-menggandakan-nafkah-hingga-700-kali-lipat-dengan-bersedekah/

Jarang sekali saya mengambil lalu membaca lembaran kertas yang diletakkan dipinggir pintu masuk mesjid ketika kita melaksanakan Sholat Jumat. Pikir saya, waktu khotib naik ke atas mimbar kita tidak boleh membacanya dan jika sudah selesai sholat serta kembali ke rutinitas kantor maka lembaran tersebut akan tertumpuk begitu saja di atas meja kerja, bahkan yang lebih ekstrim lagi terbengkalai di tempat sampah. Bagi saya, akan menjadi beban moral tersendiri jika kondisi itu terjadi. Apalagi jika di dalam lembaran tersebut terdapat ayat-ayat  Al Qur’annya, kok rasanya tidak tega mengambil, membacanya sebentar, lalu membiarkannya bahkan membuangnya ke tong sampah. Mungkin itulah sebabnya mengapa selesai membacanya orang seringkali meninggalkan lembar jumat tersebut begitu saja di mesjid, takut beban moral seperti saya..mungkin.

Namun lembar Jumat yang saya baca kali ini sepintas menarik hati saya untuk membacanya lebih lanjut. Judul yang diangkatnya terlihat menarik “Menggandakan Nafkah Hingga 700 Kali Lipat” dalam Lembar Jumat Edisi 10/II Ramadhan 1430 H yang ditulis oleh Ustadz H. Bobby Herwibowo selaku Dewan Syari’ah Aksi Cepat Tanggap(ACT) cukup menarik untuk dibaca. Karenanya, saya terpanggil untuk mengutipnya disini.

Semua manusia ingin beruntung. Apalagi bagi manusia yang kerap merasa hidupnya kurang beruntung. Memang Allah SWT tidak selalu memberikan rahmat-Nya kepada hamba dalam bentuk rezeki. Sebab Dia Maha Tahu bahwa rezeki belum tentu menjadi faktor yang baik bagi kehidupan seseorang hamba. Namun beberapa ayat dalam Al Qur’an yang mengajarkan kepada manusia untuk bisa mendapatkan rezeki berlipat-ganda dan peruntungan dunia. Sebuah kalkulasi fantastis dn absolut. Fantastis karena mendatangkan hasil berlipat, absout sebab dijanjikan oleh Allah Tuhan Yang Maha Pasti.

Allah SWT menjanjikan dalam kitab-Nya bahwa setiap kebaikan akan berbuah 10 kali hasil.

“Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.”(QS. 6:160)

Seorang sufi bernama Imam Hasan Al Bashri amat meyakini janji Allah ini. Alkisah, beliau suatu hari kedatangan enam orang tamu. Sebagai seorang muslim, memuliakan tamu adalah halyang diperintahkan agama. Imam menerima tamu dengan wajah sumringah. Semua tamu yang hadir ia persilahkan masuk dan duduk di kursi yang tersedia di ruang depan rumah. Usai semua tamu masuk ke dalam rumah, Imam Hasan pergike dapur. Saat itu, hanya ia dan seorang budaknya yang ada di rumah.Imam Hasan bertanya kepada budaknya,”Makanan apa yang ada di rumah ini hingga bisa dihidangkan untuk tamu-tamuku?” Sang budak, membuka lemari makanan dan tiada yang ia temui selain sepotong roti saja. Ia sampaikan kepada Imam Hasan hal tersebut.

Sedikit berkerut kulit dahi Imam terlihat, pertanda beliau berpikir serius bagaimana cara menghidangkan sepotong roti itu untuk enam orang tamunya. Sejurus kemudian, Imam berkata setelah mengambil sikap, “Sudah begini saja…, bawalah roti itu dan cari orang yang dapat menerimanya sebagai sedekah! Namun jangan lupa hidangkan ulu minuman untuk para tamuku!” Maka pergilah sang budak untuk bersedekah, setelah ia menyuguhkan minuman kepada para tamu Imam Hasan terlebih dahulu. Maka para tamu pun hanya mendapatkan suguhan air putih dari rumah Imam Hasan. Imam Hasan merasa tidak enak hati kepada para tamunya. Tapi dia yakin, bahwa Allah SWT akan membalas amalnya minimal 10 kali lipat.

Biduk asa seolah menjumpai tambatannya. Saat Imam Hasan kedatangan seoran tamu lagi yang datang dengan membawa sebuah nampan. Imam Hasan bangkit dan bergegas menghampirinya. “Assalammualaikum, wahai Imam!” seru orang yang baru saja datang. “Wa’alaikum salam warahatullah…” Imam membalas. “Apa yang kau bawa?” Imam bertanya kepada orang tersebut. “Ini Imam, aku membawakan enam potong roti untuk engkau!” kata orang tersebut dengan senyum terkembang. “Mungkin ini bukan untukku!” Imam Hasan menukas. “Mengapa engkau berkata demikian?” sang tamu bertanya keheranan. “kalau benar ini untukku, pasti jumlahnya sepuluh!” Imam berkata yakin karena ia tahu bahwa Allah akan memberi 10 roti sebagai balasan dari sepotong roti yang telah ia sedekahkan.

Sang tamu merasa aneh. Ia coba untuk memanjangkan leher dan menyapukan pandangan ke dalam rumah Imam Hasan. Sesudah itu ia mengerti bahwa imam sedang kedatangan banyaktamu. Orang itu pun kembali ke rumah. Lalu ia tambahkan lagi empat potong roti sehingga menjadi sepuluh jumlahnya. Kemudian ia angkat nampan yang ia bawa, kemudian ia ayunkan langkah menuju rumah Imam Hasan Al Bashri. Sesampainya di rumah imam, sang tamu kembali mengucapkan salam lalu disambut dan dibalas oleh Imam Hasan. Beliau lalu membuka penutup nampan, kemudian berujar, “Nah…inilah yang dijanjikan Allah padaku!”

Allah akan membalas setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba minimal10 kali lipat. Bilangan balasan itu bisa terus berganda dan tumbuh semakin besar. Tergantung pada keikhlasan sang hamba, dan takaran rezeki yang Allah berikan kepadanya. Bahkan bilangan itu suatu saat bisa mencapai 700 kali lipat. Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2: 261)

Satu butir benih menjadi 700 biji. Itulah janji Allah Ta’ala. Tiada yang mustahil bagi Allah untuk membalas derma hamba-Nya bahkan hingga 700 kali lipat. Secara gampang, manusia yang menyangsikan janji Allah SWT ini dapat melihat bukti pada pohon pepaya yang banyak kita kenal di tanah air.

Pepaya ditanam seperti kebanyakan pohon lain. Ia ditanam dengan memasukkan biji ke dalam tanah. Bila Allah SWT berkehendak, maka dari biji tersebut akan tumbuhlah pohon. Pohon akan tumbuh besar dan berkembang. Kemudian setelah tinggi, ia akan memiliki beberapa cabang. Setelah tiba waktunya, ia pun akan bernuah. Setiap pohon pepaya memiliki jumlah cabang dan buah yang beragam. Setelah berbuah, manusia akan mendapati bahwa dari masing-masing buah saja akan terdapat ratusan biji pepaya didalamnya. Mungkin saja, dari biji atau benih pepaya yang satu, akan menghasilkan beribu biji yang kemudian bisa dapat menumbuhkan pepaya kembali. Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: