Posted by: dedywidjaya | September 3, 2009

Bersedekah Dengan Bijak

Taken from http://ashrsayuti.wordpress.com/2009/09/02/mari-bersedekah-dengan-bijak/

sekadar berbagi cerita..

sebenarnya cerita ini sudah terjadi lumayan lama.. bisa dibilang beberapa bulan yang lalu.. namun karena kebetulan sekarang sedang memasuki bulan Ramadhan, saya rasa cerita ini bisa menjadi bahan renungan buat kita semua..

waktu itu hari udah malem, mungkin sekitar jam 21.30an lah.. saya lagi nunggu angkot di bilangan pasteur [deket griya pasteur] sambil ngeliat jam, karena orangtua udah menyuruh saya untuk segera pulang ke rumah
ga berapa lama nunggu angkot, saya melihat dari arah kejauhan seorang bapak-bapak [umur 40an, kurang lebih] berjalan tergopoh-gopoh sambil membawa bungkusan besar di punggungnya, sambil bawa tas gendong juga..dari arah jalannya dia bakal melewati tempat saya berdiri, maka saya agak mundur sedikit biar bisa ngasih jalan buat si bapak..

pada saat berpapasan, tiba2 si bapak berhenti, dan bungkusannya ditaroh di deket kakinya, saat itu saya perhatikan kalo muka si bapak agak pucat [mungkin kecapean karena jalan jauh, pikir saya]
ga diduga, si bapak memanggil saya
si Bapak [B]: Dik, bisa minta tolong Dik?
saya [S]: iya pak, ada apa?
B: saya jualan sandal dik, bisa tolong beli sandal saya satu dik?
*saya perhatikan tangannya megang sandal, kaya sandal2 yg biasa dijual di salman seharga 15ribuan..
ga mahal kok dik, 15ribu saja.. tolong beli satu dik..
S: *sambil melirik kaki yang memakai sendal yang mirip dengan yang ditawarkan si bapak, dan sudah cukup usang
sebentar pak..
saya membuka dompet, dan mendapati uang saya tinggal 5ribu, lantas merogoh saku, dan mendapati uang saya di saku tinggal 1500
maaf pak, saya lagi ga ada uang [hu,, bener2 lagi ga ada uang]
B: tolong dik, saya jualan sendal belum laku satu pun dari pagi.. saya belum makan sama sekali.. *mukanya pucat banget
S: wah, maaf pak, saya lagi bener2 ga ada uang.. :(
B: oh, kalo gitu ya udah. *terdiam* adik ada minum ga? saya belum minum sejak tadi..
S: *inget kalo botol minum saya udah ga ada isinya* ngga ada pak, maaf
*terus saya celingak-celinguk nyari warung, ga nemu
maaf banget pak,, ini saya ada uang, mungkin bisa buat beli minum bapak atau beli gorengan.. *sambil ngasih uang 1500
[sebel, kenapa uang saya tinggal 5000an + 1500an? kan ongkos angkot 2000an.. :( ]
B: *nerima uang dengan muka senang* makasih banyak Dik.. makasih..
S: oiya pak, ga apa apa..oiya, rumah bapak di mana?
B: di cimahi dik.. *wow, jauh [saya terkejut]
dan si bapak pun berlalu pergi, sambil membawa kembali barang dagangannya yg masih belum laku, dan berjalan entah berapa kilometer lagi
*saya hanya bisa berdo’a, semoga si bapak dilancarkan rezekinya..

dari pengalaman saya dengan si bapak ini, saya berpikir, kalo sebenernya si bapak ini *menurut saya* lebih pantas untuk mendapatkan sedekah dibandingkan dengan orang yang berprofesi sebagai tukang ‘emis’ dan ‘amen’ *alias pengemis dan pengamen
kenapa? karena dibandingkan dengan orang2 tsb yang sekadar menengadahkan tangannya untuk makan dan *biasanya* ngerokok, bapak yg saya temui bahkan dalam keadaan di mana seharusnya dia boleh meminta-minta, dia tidak melakukannya, *hanya minta air minum* dan masih tetap berusaha mencari rezeki dengan berdagang!!

setelah bertemu dengan si bapak, saya jadi semakin yakin, bahwa sesungguhnya orang2 fakir dan miskin ada banyak di luar sana, namun mereka bukanlah orang2 yang sekadar menengadahkan tangannya untuk berprofesi sebagai tukang ‘emis’ dan ‘amen’, melainkan mereka yang masih bersusah payah meneteskan keringat untuk mencari rezeki dengan cara yang baik
*dan saya juga menyesal, kenapa saya tidak memiliki uang lebih saat itu.. :(

bahkan dalam Al-Qur’an disebutkan:
(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (QS.Al-Baqarah:273)

nah, berhubung sekarang bulan Ramadhan, masa di mana sedekah memiliki nilai pahala yang sangat besar, dan banyak orang yang tampak bisa disedekahi, kita harus lebih bijak dalam mengeluarkan sedekah, bukan hanya sekadar mengeluarkan uang dari kantong untuk diberikan kepada orang lain, namun juga memilah-milah mana yg berhak untuk menerima sedekah, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-Taubah

“Sesungguhnya sedekah-sedekah itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil-amil yang mengurusnya, orang-orang muallaf yang dijinakkan hatinya, hamba-hamba yang hendak memerdekakan dirinya, orang-orang yang berhutang, jalan Allah dan orang-orang musafir dalam perjalanan. sebagai satu ketetapan dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.” [At-Taubah 9:60]

lantas, bagaimana dengan para pengemis yang meminta-minta di sekitar masjid?
dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Hai Qabishah, meminta-minta tidaklah dihalalkan kecuali bagi tiga orang: Pertama, seorang yang memikul tanggungan hutang (hamalah), maka ia boleh meminta bantuan hingga ia dapat menutupi hutangnya kemudian berhenti meminta. Kedua, seorang yang tertimpa musibah yang meludeskan seluruh hartanya, maka ia boleh meminta bantuan hingga ia memperoleh apa yang dapat menutupi kebutuhan pokoknya. Atau hingga ia dapat mencukupi kebutuhan pokoknya. Ketiga, seorang yang ditimpa melaratan hingga tiga orang yang berakal dari kaumnya membuat persaksian: ‘Si fulan telah ditimpa kemelaratan’, maka ia boleh meminta bantuan hingga ia memperoleh apa yang dapat menutupi kebutuhannya. Selain dari tiga macam itu hai Qabishah, hanyalah merupakan barang haram yang dimakan oleh si peminta-minta sebagai barang haram,” (HR Muslim [1044]).

maka, marilah berlaku bijak dalam memberi sedekah, karena bisa saja sedekah yang kita berikan dengan niat yang baik, tidak menjadi pahala bagi kita, malah justru mengantarkan orang lain menuju neraka.

Wallahu’alam bishshawab..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: