Posted by: dedywidjaya | July 6, 2009

Tidak Harus Kaya Dulu untuk Bersedekah

Tidak Harus Tunggu Kaya Untuk Bisa Sedekah

Tidak Harus Tunggu Kaya Untuk Bisa Sedekah

Judul Buku : Siapa Bilang Bersedekah Harus Tunggu Kaya?

Penulis : Wajih Mahmud

Penerbita : Hikmah, 2007

Tebal : xxviii + 282 halaman

Tak punya uang tapi ingin sedekah? Jangan khawatir, banyak hal yang bisa dilakukan, dan dinilai Allah sebagai sedekah. Dalam buku ini disajikan beberapa ragam cara bersedekah yang diajarkan Rasulullah SAW bagi orang yang tak mampu bersedekah harta.

Sedekah yang dibahas dalam buku karya Wajih Mahmud ini adalah bersedekah dengan kebaikan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi SAW, “ Semua kebaikan adalah sedekah.” Artinya, sedekah yang bisa dilakukan oleh semua orang, baik kaya maupun miskin, besar maupun kecil, kuat maupun lemah.

Wajih Mahmud menafsirkan sedekah yang dimaksud dalam hadis di atas bukan sedekah harta, karena sedekah harta terbatas bagi orang yang punya saja. Ada pun sedekah yang dianjurkan untuk dikeluarkan setiap hari oleh setiap orang adalah sedekah kebaikan dengan berbagai macam cara. (hal 36)

Apa beda sedekah harta dengan sedekah kebaikan? Sedekah harta, baik yang wajib maupun sunnah, diberikan kepada orang yang membutuhkan. Sementara sedekah kebaikan adalah sedekah kepada diri sendiri, baik manfaatnya kembali pada orang lain, seperti menunjukkan jalan, membantu orang lemah, dan membantu orang yang sangat membutuhkan. Atau yang manfaatnya kembali pada orang yang bersedekah itu sendiri. Misalnya, berzikir kepada Allah, melaksanakan kewajiban syariat, dan perbuatan taat lainnya yang manfaatnya kembali kepada sang pelaku.

Sedekah kebaikan bukan hanya diberikan kepada orang muslim, tapi kepada semua orang, baik kaya maupun miskin, kuat maupun lemah, baik ataupun jahat.

Sedekah kebaikan dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas kesehatan yang diberikan. Sedangkan sedekah harta sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas harta yang dikaruniakan. (hal 40-42)

Merujuk pada hadis Nabi SAW, Wajih Mahmud menjelaskan beberapa macam sedekah kebaikan. Antara lain, bersedekah dengan zikir, bersedekah dengan salat, bersedekah dengan puasa, bersedekah dengan perkataan yang baik, bersedekah dengan akhlak terpuji, dan bersedekah dengan membantu sesama mukmin.

Manfaat sedekah tak perlu diragukan lagi. Di dunia, manfaat sedekah adalah menyucikan jiwa dari sifat bakhil dan membersihkan jiwa orang miskin dari sifat iri dan dengki. Allah SWT berfirman, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka.” (QS At Taubah 103)

Sedekah juga akan menambahkan rezeki dan mendapat pertolongan Allah. Nabi SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia, bertobatlah kepada Allah sebelum meninggal, bersegeralah berbuat baik sebelum sibuk, sambunglah antara kamu dan Tuhanmu dengan memperbanyak berzikir, memperbanyak sedekah dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, niscaya kalian mendapat rezeki, pertolongan, dan memperbaiki keadaanmu.”

Sementara di akhirat, manfaat sedekah, antara lain menghapus dosa dan kesalahan, menjauhkan dari kemurkaan Allah, dan menyelamatkan orang yang bersedekah dari siksa neraka.

Buku ini ditutup dengan mengutip wasiat Nabi SAW kepada orang miskin, agar mereka tidak menghalangi dirinya dari keutamaan dan pahala sedekah harta. Mereka boleh bersedekah sesuai dengan kemampuannya, meskipun sedikit. Sebab menyedekahkan harta yang dibutuhkan meski sedikit, jauh lebih baik daripada menyedekahkan harta yang tidak dibutuhkan meski banyak. Hal ini dikarenakan motivasi orang tak punya dalam bersedekah harta adalah keimanan, tawakal kepada Allah, serta keyakinan terhadap rezeki dan bantuan Allah. Berbeda dengan orang kaya yang bersedekah dari hartanya yang berlimpah.

Ayo, jangan ragu untuk bersedekah. Punya uang, sedekahkan. Kalau nggak punya, ya sedekah dengan sedekah kebaikan. Jangan jadikan kemiskinan sebagai alasan untuk tidak bersedekah!


Responses

  1. saya hanyalah pekerja yang penghsilannya hanya 200 ribu/bulan,.apakah memberi nafkah istri/Ibu juga dapat dikatakan sedekah???tolong penjelasannya, terima kasih.

  2. assalamualaikum

    alhamdulillah, terima kasih atas perkongsian yang bermanfaat ini🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: