Posted by: dedywidjaya | July 6, 2009

Daya Gunakan “Basic Instinc” Anda untuk Bersedekah

Taken from : http://donalseptiaone.wordpress.com/2009/07/04/skenario-dari-allah/

Original Title : Skenario dari Allah…

Secercah Harapan Dengan Sedekah Kita Untuk Mereka

Secercah Harapan Dengan Sedekah Kita Untuk Mereka

Pada kesempatan ini saya ingin bercerita sebuah pengalaman indah yang baru saja saya alami.

Jum’at 13 maret 2009 pagi sekitar jam 8.30, saya pergi ke tempat servis motor langganan saya. Biasanya ketika servis pada jam tersebut kondisi disana masih sepi dan motor saya langsung diservis. Tapi kali ini berbeda. Motor saya tidak langsung diservis. Saya harus menunggu kira-kira setengah jam untuk tiba giliran saya. Padahal saya pikir kalo saya datang pagi-pagi tempat servisnya masih kosong seperti biasanya.

Setelah menunggu setengah jam akhirnya motor saya mulai diservis. Dan hebatnya lagi, kali ini waktu yang dibutuhkan untuk servis lebih lama dari biasanya.

Ketika motor saya mulai akan dipasang lagi onderdilnya, pengalaman berharga tersebut mulai terjadi.

Biasanya ketika saya servis, saya cuek sama keadaan sekitar saya. Hanya fokus ke motor saya atau memperhatikan montir lain yang menservis motor-motor yang sedang diservis.

Sekilas pandangan saya tertuju ke pinggir jalan. Saya melihat seorang lelaki yang sudah tua, memungut botol minuman bekas. Bapak tua tersebut memakai gerobak sepeda (sepeda yang dimodifikasi dengan menambahkan gerobak di sebelah kiri sepeda dan total punya 3 roda, umum terdapat di SumBar). Diatas gerobak ada istrinya yang sedang memayungi anaknya yang masih balita.

Saat itu hati saya diketuk. Saya cuma bawa satu lembar 100ribu. Saya langsung tukar dengan 2 lembar 50ribu. Berniat memberikannya untuk bapak tua dan keluarganya. Tapi ketika saya mulai melangkah ke bapak tua tersebut, saya melihat bapak tua tersebut sudah mengayuh gerobak sepedanya. Dengan ayunan yang berat, perlahan tapi pasti, bapak tua tersebut mulai menjauh.

Saya menyusul dari belakang. Meninggalkan tempat servis. Tidak dengan berlari. Tapi dengan langkah yang dipercepat. Tapi bapak tua tersebut mulai menjauh. Saya cuma berdo’a semoga dimudahkan dalam kebaikan ini. Amin…

Kurang lebih 100 meter dari tempat servis adalah jalan Bypass Padang (Simpang Balai Baru). Disana ada perempatan. Beberapa meter sebelum perempatan, jalannya agak menanjak dengan sudut kemiringan kira-kira 10 derajat.

Mendekati perempatan, bapak tua tersebut mulai menghentikan kayuh gerobak sepedanya. Berencana mendorong untuk menanjak dan menyeberangi Bypass. Disana kesempatan bagi saya untuk menyusul bapak tua.

Terkejar. Tepat sebelum bapak tua menyeberang, saya telah berada disampingnya. Saya mengeluarkan satu lembar 50ribuan. Sambil memberikan uang tersebut saya bilang ke bapak tua, “Pak, ini ada uang untuk bapak dan keluarga.”

Bapak tua seketika langsung bilang terimakasih.

Saya melihat raut mukanya dari dekat. Saya menatap ke matanya. Ada sinar kebahagiaan. Ada rasa terimakasih.

Setelah memberikan uang tersebut, saya langsung balik ke tempat servis.

Diperjalanan kembali, saya mengalami luapan kebahagiaan yang luar biasa. Tak tergambarkan. Susah untuk diceritakan. Terasa bergejolak memenuhi setiap sudut tubuh ini. Sahabat perlu rasakan sendiri.

Saya tidak tahu apa yang ada didalam pikiran bapak tua tersebut dan istrinya. Tapi saya bahagia. Bukan saja karena saya telah berbagi dan membantu ’sedikit’. Tapi lebih kepada karena saya ‘peka’ dengan kesempatan itu. Kesempatan berbuat baik.

Saya belajar bahwa itu adalah skenario dari Allah untuk saya bersedekah. Dan Alhamdulillah saya bersedekah pada saat itu.

Bisa saja saat itu saya tidak ‘ngeh’. Dan ceritanya akan berbeda. Tapi saat itu, sekali lagi Alhamdulillah, saya ‘ngeh’.

Coba direview:

-Pagi itu tidak seperti biasanya saya harus menunggu. Biasanya motor saya langsung diservis.

-Waktu servis juga lebih lama dibanding biasanya.

-Pandangan saya dibelokkan kearah bapak tua yang sedang memungut botol bekas minum

Sebuah skenario besar yang mengantarkan saya bisa bersedekah.

Saya tidak bermaksud menyombongkan sedekah saya. Tidak ada gunanya. Saya hanya ingin berbagi bahwa saya belajar pada hari itu.

Berapa kali Allah memberi kita skenario yang mengarahkan kita untuk punya kesempatan beribadah sedekah? Banyak. Mungkin bisa puluhan kali setiap harinya. Tapi berapa yang kita ‘ngeh’ dengan skenario itu?

Semoga dengan tulisan saya ini, kita bisa lebih peka dengan skenario Allah. Amin…

(pengakuan: saya baru menyadari skenario tersebut ketika saya sampai dirumah. Alhamdulillah)

———-

luv,

donalseptiaone


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: