Posted by: dedywidjaya | July 3, 2009

Pengalaman Sedekah Kepala Bagian Divisi Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Taken from : http://www.republika.co.id/berita/54651/Hendro_Padmono_Menularkan_Ilmu_Sedekah

Sedekah Sebagai Kekuatan

Sedekah Sebagai Kekuatan

Ustadz Yusuf Mansur punya Hukum sedekah yang selalu diajarkannya kepada masyarakat luas. “Hukum sedekah itu 5 +1, yakni tahu, yakin, ngamalin, buktiin, rasain, dan ceritain. Menurut da’i muda yang selalu mengkampanyekan sedekah dan Tahajud itu, orang yang bersedekah tidak pernah rugi. Yang ada justru untung besar, bahka berkali-kali. “Tidak hanya dalam bentuk materi (uang), tapi juga nonmateri, seperti kemudahan dan pertolongan dalam berbagai urusan, sertai kesehatan,” tuturnya.

Hal itu sudah dibuktikan oleh Hendro Padmono, Kepala Bagian Divisi Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. “Buah sedekah itu luar biasa. Saya selalu mendapatkan pertolongan dan kemudahan dari Allah dalam berbagai urusan. Tidak hanya itu, rezeki yang kami sedekahkan dibayar langsung oleh Allah SWT beberapa kali lipat,” ungkap Hendro Padmono dalam perbincangan dengan Republika, di kantor Pusat BRI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lelaki yang sejakkecil bercita-cita jadi insinyur itu mencontohkan,tahun 2004 dia ditugaskan menjadi Pimpinan Cabang BRI di Nusa Tenggara Timur (NTT). “Saya membawahi 60 karyawan, dan saya satu-satunya yang muslim. Namun Alhamdulillah, interaksi dengan karyawan berjalan baik,”tutur alumnus Jurusan Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gajahmada(UGM)tahun 1990 itu.

Suatu hari ada pembongkaran rumah dinas dan dia harus pindah ke tempat tinggalnya yang baru. Ia sengaja memilih waktu sehari setelah Idul Adha. Sesuai ajaran Islam, Hendro pun berkurban. “Saya berkurban sapi, karena harga sapi di NTT sanga tmurah,” ujarnya.

Seperti lazimnya, dia mendapat bagian dari sapi kurban itu. Namun, bagiannya itu pun dia sedekahkan lagi kepada orang lain, sehingga hanya sisa sedikit. Tak disangka, saat akan pindahan, datang karyawan dan keluarganya. Jumlahnya sekitar 50 orang.”Akhirnya, daging sapi yang kami sisakan kami masak rawon. Khawatir tidak mencukupi, kami pun membeli sate dan gule. Ternyata, rawon yang normalnya hanya cukup untuk 10 orang, tidak habis untuk 50 orang. Bahkan, boleh dikatakan, sate dan gulenya tidak diperlukan. Subhanallah,” tuturnya.

Menurut pengalaman Hendro, balasan ALlah terhadap sedekah yang dia lakukan sungguh mengagumkan. “Kadang-kadang kita baru minta sesudah diberi duluan oleh Allah. Padalah sedekahnya belum kita tunaikan,”ujarnya. Selain itu, sedekah pun berbuah solusi. “Dimana pun dan kapan un saya mengalami kesulitan, selalu ada saja yang memberi jalan keluar. Pertolongan ALlah selalu datang saat saya butuhkan. Pertolongan Alah datang bertubi-tubi. Karena itu, saya makin yakin dengan sedekah,” tandasnya.

Bahkan, ketika ia menghadapi hal-hal yang secara akal dan nalar manusia merupakan sesuatu yang musykil, atas izin Allah, hal tersebut bisa terpecahkan. “Kalau ALlah sudah ‘turun tangan’, tidak ada yang tidak mungkin, tegasnya. Pendidikan yang terbaik adalah melalui keteladanan. Ternyata, anak-anak Hendro mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Sewaktu masih tinggal di NTT, banyak teman sekolah anaknya yang tidak bersepatu saat ke sekolah. Saat itu, anak lelakinya berusia tujuh tahun (kelas II SD). Ketika Ramadhan, Hendro memberikan reward Rp 10 ribu hari untuk mendorongnya puasa. “Ternyata, dia mengumpulkan uang lebaran dari eyang, pakde, bude dan omnya untuk membeli sepatu buat teman-temannya. Jumlahnya mencapai 22 pasang. Saya dan istri sampai menangis karena bahagia sekaligus terharu, ungkap Hendro. Tak hanya itu, anaknya pun selalu aktif kalau ada acara-acara sosial keagamaan di sekolah. “Dia selalu mengingatkan kami untuk bersedekah, membantu acara-acara di sekolah, terutama yang berkait dengan penyediaan konsumsi,” papar Hendro Padmono.-dok/rep


Responses

  1. saya adalah seorang pengajar di salah satu STMIK di Bekasi
    saya yakin dan tidak pernah ragu dengan keutamaan sedekah.
    hanya saja saya baru bisa melakukannya di pertengahan bulan januari 2010.
    suatu hari saya melihat kalung di leher istri saya yang
    sama sekali tidak ada manfaatnya kecuali hanya sebatas
    hiasan saja, hingga akhirnya saya menyarankan agar kalung
    itu dijual dan uangnya disedekahkan saja.
    awalnya istri saya menolak saran saya karena bulan itu keuangan
    keluarga kami sangat tipis, tapi alhamdulillah saya bisa
    meyakinkan istri saya tentang keutamaan sedekah. besoknya dijualah
    kalung itu seharga Rp 1.4 jt. 400.000 digunakan untuk keperluan
    keluarga sampai akhir bulan jan 2010, sisanya yang 1 jt
    akan kami sedekahkan. pagi hari kami sudah siap-siap berangkat
    berjalan-jalan sambil membagikan uang sedekah itu kepada
    siapapun yang kami temukan di jalanan yang kira-kira membutuhkannya.
    awalnya kami bertemu tukang sol sepatu yang sudah sangat tua,
    saya tidak tahu istri saya memberi uang berapa kepada tukang sol sepatu itu
    yang jelas uang 1 jt itu harus habis disedekahkan.
    kemudian kami datangi tukang pijat yang langganan kami di dekat rumah
    dia adalah seorang janda tua yang hidup dalam kesederhanaan. kemudia kami
    datangi juga paman (masih di dekat rumah) yang beberapa bulan lalu
    telah ditinggal oleh istrinya (meningal karena sakit). saya tidak tahu berapa uang yang
    diberikan oleh istri saya kepada anak paman.yang jelas waktu itu dia bilang
    uang masih ada 800 rb lagi. tiba-tiba pamanku itu telp (karena dia ga ada di rumah)
    dan dia pinjam uang 1.5 jt untuk modal usaha. saya bilang bahwa
    uang hanya ada 800 rb dan akhirnya uang tersebut kami pinjamkan buat paman.
    demi keagungan Alloh, tidak lebih dari satu bulan,
    tepatnya tanggal 17 feb 2010, saya cek uang di ATM ada transferan masuk
    Rp. 9.813.369. uang tersebut ternyata dari peberbit buku
    sebagai uang pembayaran royalti untuk periode juli – des 2009
    padahal waktu itu sisa uang di ATM tinggal 52.000
    saya berfikir “mengapa alloh menggantinya tidak 10 jt…?”
    lalu saya tanya pada istri saya ternyata sebelum kami pergi
    menyedekahkan uang itu istri saya sempat menggunakan uang Rp 20.000
    entah untuk keperluan apa dia juga lupa.
    Alloh kariiiim…., Engkau tidak pernah mengingkari janji-Mu. hitungannya
    tepat sekali. uang 200.000 itu ternyata hilang gara-gara istri saya
    menggunakan rp 20.000 untuk keperluan pribadinya. bukankah alloh
    berjanji bahwa infaq 1 akan dibalas 10…?
    jadi infaq 980.000 dibalas 9.813.369
    subhanallohu… allahu akbar..

    • terima kasih akhi…atas sharing ilmunya….mohon ijin saya publish di blog saya

  2. Saya ternasuk orang yang senang sedekah, rata-rata 10% persen dari penghasilan tiap bulan saya sedekahkan.
    Alhamdulillah penghasilan bervariasi minimal 12 juta.
    Saya sering menceritakan ke teman-teman kalo penghasilan saya terjaga, dijamin Allah, karena sedekah. Tapi kepada istri saya tidak pernah komentar kalo penghasilan saya terasa dijamin Allah.
    Bulan Januari istri saya menghitung bahwa penghasilan Rp 10 juta, saya bilang tidak mungkin, coba hitung lagi, setelah dihitung ya memang segitu, tapi setelah saya perhatikan ada penambahan di rekening yang belum saya laporkan ke istri sebesar 2 juta.
    Alhamdulillah Allah masig menjaga penghasilan saya.

  3. subhanallah,,,
    pengalaman yang bisa untuk di ambil hikmahnya,,,
    dan allah memberikan janji yang pasti..

  4. sungguh sedekah adalah jalan termudah untuk melepaskan masalah, bayangkan tahun 2007-2008 usaha saya hancur, terlilit hutang, terjebak, rasa ingin menjerit….ternyata Allah sdng menguji dengan keadaan yg pahit, alhamdulilah dg tobat yg sungguh2

  5. sedekah+dhuha, ada kmudahan dpt pnjman tnpa bunga, dpt kms penjlan rmh, alhmdulillah tanah warisan terjual, sy bisa mlunasi smua hutang sy..,ajaibnya tnh terjual lg dlm tempo 5 mnit cash, subhanallah …tadinya min 100 jt jd plus 200 jt rekning sy..

  6. Alhamdulillah.. cerita yg menarik.. Insya Allah sy akan mulai bersedekah. krn semua yg saya dapat memang benar2 dari Allah & kini saatnya saya harus mengembalikan ke Allah. Bismilillah.

    • Alhamdulillah…

  7. pengalaman saya yang pernah saya alami, gara-gara saya internetan “cara mendapatkan uang gampang”, saya tercengang dengan “sedekah extrem” maka saya baca kisah kisahnya, waktu itu saya lagi ada masalah putus pacar dan saya memiliki uang berlebih, saya stres menggila, tiba tiba tanpa saya sadari saya kok merasa ingin membuang semua harta saya dengan menjualnya kemudian uangnya saya habiskan (sedekahkan) ke para janda, masjid, orang tua yang meminta minta di pasar, waktu itu pikiran kalut entah kenapa ?,dalam hati saya biar saya tidak punya apa-apa tidak mempunyai barang berharga emang saya pikirin, namun uang itu selalu tergantikan alias kembali dengan beratus ratus kali lipat, sampai sampai saya bingung gimana caranya menghabiskan uang tersebut. Saya ulangi kejadian tersebut, namun selalu dan selalu, selalu, selalu, uang tersebut kembali dengan jumlah uang berkali kali lipat dahsyatnya, beserta kemudahan dalam menghadapi masalah saya.Subhanallah. apabila ditambah sholat tahajud dan dhuha, aduh saya tidak bisa membayangkan berapa besar yang akan saya dapatkan ? bisa-bisa saya mendapatkan berlian segunung (bercanda kali), dan saya melihat teman saya kerja berlembur-lembur untuk mengejar uang lembur, sesekali saya merasa kasihan juga.Kemudian saya menceritakan pengalaman saya tersebut ke dia agar dicobanya mudah udahan bermanfaat….

  8. subhanallah

  9. Bismillah…
    Saya ingin share jg pengalaman saya. Th 2007 saya kehilangan ibu dan uwak saya. Mereka meninggal dunia dalam waktu berdekatan yaitu 2minggu. Sebelum kejadian saya dalam kondisi tidak bekerja karena sedang melanjutkan kuliah di fak teknik, menjaga ibu yg sedang sakit dan berbisnis kecil2an sama teman. Nah, terlintas keinginan untuk bersedekah ketika mau lebaran haji untuk ibu yg saya cintai dan uwak saya yg janda itu, yaitu kurban 2 ekor kambing. Setelah tanya2 ke teman akhirnya didapat pengasuh anak yatim yg menerima sedekah kurban saya itu. Kebetulan saat itu saya jg sedang menunggu hasil lanjutan interview di salah satu perusahaan migas asing ternama di Indonesia. Kemudian waktu terus berjalan sekitar 2 bulan dari tes interview dan ternyata teman bareng saat test interview saat itu sudah ada yg medcek. Akhirnya saya merasa tidak punya peluang alias gagal diterima. Saat itu saya juga sempat bertanya dalam hati, kenapa Allah tidak adil dg saya, padahal saya sudah menjaga ibu ketika sakit dan mendampinginya hingga akhir hayat sampai saya bersedekah utk anak yatim. Tapi subhanallah… 6 bulan dari tes interview yg lalu, gak ada hujan, gak ada angin… kebetulan saat itu jam 7 malam saya masih di kampus, saya tidak menyangka ada telpon ke hp saya untuk mengundang kembali ke perusahaan tersebut agar bisa interview lagi. Alhamdulillah… proses selanjutnya saya lancar hingga diterima sebagai karyawan perusahaan tersebut dengan pendapatan bulanan sekitar 10x lipat harga kurban saat itu. Subhanallah… saya langsung sujud syukur saat itu dan sempat berlinang air mata. Ternyata janji Allah swt itu selalu benar dan Allah tidak akan pernah tidur.

  10. kenapa dulu gw saat msh krja di perantauan.. teman teman anggap otak dan tenaga gw gk memenuhi syarat. anggap gw aneh. anggap gw manusia setengah jadi. anggap gw gk berguna. anggap gw gk punya masa depan. gw kalau nyari jodoh ditolak cewek, diremehkan cewek, diusir cewek. ditipu teman, difitnah teman. diancam org, dipukul org. gw pulang kampung malah nganggur 10thn dan gw seumur hdup blm pernah pacaran pdhl umur gw kepala 3. gw dh beberapa thn rajin tahajud, puasa, dzikir, sodaqoh dll tp gw malah tambah susah jodoh dan rejeki. gw kena penyakit. gw sering dijahati org terutama kalau nyari jodoh danrejeki, krn gw org nya lugu dan klemar klemer shg jd sasaran empuk kejahatan. aneh bngt hdup gw.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: