Posted by: dedywidjaya | June 5, 2009

Sedekah Menolak Balak (Bencana) – 2

Sedekah "Menyelamatkan" Kita

Sedekah "Menyelamatkan" Kita

Tahun 2006 saya tinggal di Batam, mengontrak sebuah rumah kecil bersama istri & seorang bayi mungil “Naadhira” ditengah-tengah kami. Menikah di tahun pertama merupakan perjuangan kami yang boleh dibilang cukup berat. dengan gaji bulanan yg saya miliki kisaran 2 jutaan cukup membuat kami harus “puasa” dan memacu untuk senantiasa berdoa kepada Allah yang maha pemurah. Malam hari saya bersama istri membuka Les private untuk anak-anak SD sekitar perumahan di Tiban Batam, untuk mencari tambahan pendapatan.

Perihal mu’jizat sedekah, suatu malam akhir bulan 3 hari sebelum gajian, uang di tangan kami hanya tinggal selembar 50 ribuan. “Abi, susu naadhira udah habis tinggal untuk malam ini tolong beli susu sekotak kecil dulu ya, mudah-mudahan cukup dalam 3 hari ini” Pinta istriku. Aku pun mengiyakan untuk pergi membeli susu nanti sehabis sholat Isya.

Tepat ba’ad maghrib, ada suara ketukan pintu dan kalimat salam menyapa kami. “wa’alikum salam, silahklan masuk pak, ada yang bisa saya bantu” tanya saya.
“Oh makasih pak, saya dari masjid sebelah yang ingin meminta bantuan sedekah pembangunan masjid kita, kebetulan siang Bapak nggak ada jadi mohon ma’af sebelumnya jika maghrib gini mengganggu bapak” jawabnya.

“Baik pak, tunggu ya” kataku.
Aku langsung bertanya Pada istri yang lagi memasak di dapur,
“Ummi, masih adakah uang kita selain selembar uang 50.000 ini? tanyaku pada istri. Dan istrikupun memberikan informasi bahwa lembar itu adalah satu-satunya uang kita sa’at ini.

Setelah aku jelaskan maksudku,bahwa ada permintaan sumbangan pembangunan dari pengurus masjid istrikupun memberikan komentar:
“Abi, berikan saja selembar uang yang untuk beli susu naadhira untuk Masjid, perihal beli susu coba Ummi mau pinjam ama kawan ummi besok dan malam ini biarlah susu naadhira kita encerkan dulu agar cukup”

Bismillah, akhirnya saya serahkan selembar 50 ribu itu, dengan senantiasa berdoa semoga Alloh melimpahkan rezeki pada keluarga kami. akupun mengelus rambut naadhira yang masih berumur 5 bulan, sambil dalam hati meminta ma’af padanya tentang susunya yang tak jadi terbeli malam ini.

Esok harinya, ada SMS datang dari kakak ipar :
“Dik, ayah ngasih uang 500 ribu buat kalian, buat tambahan beli susu dan pampers si naadhira, siang ini kakak anter ya”

“Allaohuakbar..
Allah maha pemurah telah memberikan kemudahan pada kami, 50 ribu kita keluarkan, 500 ribu kita dapat”

Istrikupun teringat apa yg kita lakukan semalem, berkat sedekah yg kami lakukan, kami dilapangkan.

Dan, berkat sedekah pula akhirnya saya pindah ke Tobasamosir diterima bekerja di sebuah Pabrik besar dengan pendapatan & kehidupan yang jauh dari apa yang kita rasakan di Batam.

insyaAlloh ada waktu saya cerita lagi ya perihal kepindahan kami dari Batam ke Sumatera Utara…..

Wassalam
Abinya Naadhira & Umminya Naadhira


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: